Sistem Bahan Bakar
Sistem Bahan Bakar Secara umum sistem bahan
bakar pada sepeda motor berfungsi untuk menyediakan bahan bakar, melakukan
proses pencampuran bahan bakar dan udara dengan perbandingan yang tepat,
kemudian menyalurkan campuran tersebut ke dalam silinder dalam jumlah volume
yang tepat sesuai kebutuhan putaran mesin. Cara untuk melakukan penyaluran
bahan bakarnya dapat dibedakan menjadi dua, yaitu sistem penyaluran bahan bakar
dengan sendirinya (karena berat gravitasi) dan sistem penyaluran bahan bakar
dengan tekanan. Sistem penyaluran bahan bakar dengan sendiri diterapkan
pada sepeda motor yang masih menggunakan karburator (sistem bahan bakar
konvensional). Pada sistem ini tidak diperlukan pompa bahan bakar dan
penempatan tangki bahan bakar biasanya lebih tinggi dari karburator. Sedangkan
sistem penyaluran bahan bakar dengan tekanan terdapat pada sepeda motor yang
menggunakan sistem bahan bakar injeksi atau EFI (electronic fuel injection).
Dalam sistem ini, peran karburator yang
terdapat pada sistem bahan bakar konvensional diganti oleh injektor yang proses
kerjanya dikontrol oleh unit pengontrol elektronik atau dikenal ECU (electronic
control unit) atau kadangkala ECM (electronic/engine control module). 2. Bahan
Bakar Jenis bahan bakar menurut bentuknya dapat dibagi menjadi 3 macam yaitu :
Bahan bakar padat : batu bara, arang, kayu .Bahan bakar cair : bensin, minyak
solar, minyak tanah .Bahan bakar gas : elpiji Pada kendaraan – kendaraan yang
sering dilihat di jalan, umumnya mempergunakan bahan bakar cair yaitu bensin
atau minyak solar. Hal ini dikarenakan bensin dan minyak solar merupakan bahan
bakar yang efektif dalam penggunaannya, karena mempunyai beberapa kelebihan
antara lain : Relatif ringan, effisien untuk menghasilkan panas. Sisa
pembakaran sedikit dan tidak merusak mesin .
Cara penyimpanannya mudah (susai kondisi
tempat) Bahan bakar bensin merupakan persenyawaan Hidro-karbon yang diolah dari
minyak bumi. Untuk mesin bensin dipakai bensin dan untuk mesin diesel disebut
minyak diesel. Premium adalah bensin dengan mutu yang diperbaiki. Bahan bakar
yang umum digunakan pada sepeda mesin adalah bensin. Unsur utama bensin adalah
carbon (C) dan hydrogen (H). Bensin terdiri dari octane (C8H18) dan nepthane
(C7H16). Pemilihan bensin sebagai bahan bakar berdasarkan pertimbangan dua
kualitas; yaitu nilai kalor (calorific value) yang merupakan sejumlah energi
panas yang bisa digunakan untuk menghasilkan kerja/usaha dan volatility yang
mengukur seberapa mudah bensin akan menguap pada suhu rendah. Dua hal tadi
perlu dipertimbangkan karena semakin naik nilai kalor, volatility-nya akan
turun, padahal volatility yang rendah dapat menyebabkan bensin susah terbakar.
1.
SISTEM BAHAN BAKAR KONVENSIONAL (KARBURATOR)
Sistem bahan bakar
sepeda motor pada umumnya terdiri dari beberapa komponen antara lain yaitu :
Tangki bensin , Saringan bensin, selang bensin dan karburator. Pada tangki
bensin dilengkapi dengan pengukur tinggi bensin, untuk tipe
ini pada karburator dilengkapi kran bensin . Apabila keran bensin dibuka maka
secara alamiah bensin akan mengalir menuju ke karburator. Agar bensin yang
masuk ke karburator bersih dari kotoran terlebih dahulu disaring oleh saringan bensin.
Komponen-komponen sistem bahan bakar dapat dilihat seperti gambar dibawah ini.
2. SISTEM BAHAN BAKAR INJEKSI (EFI)
Sistem
bahan bakar tipe injeksi merupakan langkah inovasi yang sedang dikembangkan
untuk diterapkan pada sepeda motor. Tipe injeksi sebenarnya sudah mulai
diterapkan pada sepeda motor dalam jumlah terbatas pada tahun 1980-an, dimulai
dari sistem injeksi mekanis kemudian berkembang menjadi sistem injeksi
elektronis. Sistem injeksi mekanis disebut juga sistem injeksi kontinyu (K-Jetronic)
karena injektor menyemprotkan secara terus menerus ke setiap saluran masuk (intake
manifold). Sedangkan sistem injeksi elektronis atau yang lebih dikenal
dengan Electronic Fuel Injection (EFI), volume dan waktu penyemprotannya
dilakukan secara elektronik. Sistem EFI kadang disebut juga dengan EGI
(Electronic Gasoline Injection), EPI (Electronic Petrol Injection), PGM-FI
(Programmed Fuel Injenction) dan Engine Management.